Selasa, 11 November 2014

Sajak Kawan

____________________________________________

WAJAH SENGKETA

seperti kau saksikan,
kawasan hijau nenek moyang
kini berstatus sengketa

pasar malam diam-diam digelar
di tanah kuburan. jual beli pengetahuan
tawar menawar nilai kehormatan
adobsi sampai aborsi janin keluhuran
nampaknya sudah jadi hal biasa
jika dijadikan kudapan atau barang muntahan

bila semua mengaku teman saudara seiman
lantas mengapa lapak topeng dan belati laris berjualan di pintu gerbang?

sesekali ada baiknya
melakukan seppuku di muka cermin
agar dapat memandang dan memeriksa
bahkan menyunat rupa kemaluan yang ada

daripada berbondong-bondong
(keliaran di tanah kuburan)
sambil membandrol harga diri
sesuai selera yang diagungkan

daripada meneriakkan nama-nama Tuhan
sementara barisan kurung batang menyaksikan
sambil cekikikan

September 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar