Bagai bunga pinus perlahan jatuh
Terdorong angin yang dibawa kelam
Pergi bukan karena aku tak patuh
Karena siang telah tenggelam
Setumpuk tanya penuhi dinding hati ku
Siapa gerangan disana,hinggap hanya untuk merusak.
Tak malu ,
Laksana benalu
Menggerogoti raga yang mulai retak,
Layu
Aku adalah putranya,
dari raga yang kau rusak
Jadi merasa bodoh tak berbekal ilmu,
Adakah cara untuk melepasmu?
Dari tubuh yang kian sayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar