Bagai bunga pinus perlahan jatuh
Terdorong angin yang dibawa kelam
Pergi bukan karena aku tak patuh
Karena siang telah tenggelam
Setumpuk tanya penuhi dinding hati ku
Siapa gerangan disana,hinggap hanya untuk merusak.
Tak malu ,
Laksana benalu
Menggerogoti raga yang mulai retak,
Layu
Aku adalah putranya,
dari raga yang kau rusak
Jadi merasa bodoh tak berbekal ilmu,
Adakah cara untuk melepasmu?
Dari tubuh yang kian sayu
Rabu, 03 Desember 2014
Senin, 01 Desember 2014
Riangku dengan sang pagi,saling kejar kejaran
Layaknya tak kenal bosan,lari kesana kemari
Malas aku dengan sunyi
Murung sendiri,
Aku benci
Kesal aku dengan gelisah
Tak mau aku resah
Kenapa malam hadir lama sekali
Tak pergi saja,lalu memanggil pagi
Dan ajak aku berlari lagi
Gerang,lalu ingin teriak ku
Lalu lalang tapi tak tersentuh
Meski terdegar sangat gaduh
Hingga lembaran kertas tertiup angin tak jatuh
Kanapa mereka tak coba buka mata
Agar tarlihat
Aku nyata
Desember 2014
Layaknya tak kenal bosan,lari kesana kemari
Malas aku dengan sunyi
Murung sendiri,
Aku benci
Kesal aku dengan gelisah
Tak mau aku resah
Kenapa malam hadir lama sekali
Tak pergi saja,lalu memanggil pagi
Dan ajak aku berlari lagi
Gerang,lalu ingin teriak ku
Lalu lalang tapi tak tersentuh
Meski terdegar sangat gaduh
Hingga lembaran kertas tertiup angin tak jatuh
Kanapa mereka tak coba buka mata
Agar tarlihat
Aku nyata
Desember 2014
Langganan:
Komentar (Atom)