saat mentari perlahan tenggelam
tepat saat pertanyaan dan ungkapan kusulam
saat bibir mulai menghiraukan lubuk yang dalam
disitulah perlahan datangnya kelam
seperti malam diguyur hujan,
aku adalah air yang jatuh
terjatuh dan menjadi basah,
tak bodoh aku menyangkamu
engkau kenakan mantel hangat dan payung lebarmu
sama sekali engkau tak mau basah
sejuk guyuran hujan yang bukan tak sengaja jatuh
dengan acuh kau tinggalkan
yang kini menjadi genangan
hanya menunggu hilang ditarik awan
fadly
Senin, 23 Maret 2015
Jumat, 27 Februari 2015
mendung hampiri ibu
cahaya mengusir mendung
tapi kini menghampiri ibu, menjadi murung
sungguh buat aku jadi bingung
belum usaikah atau memang masih mendung ?
kenapa cahaya enggan datang lalu singgah lama
hingga aku benar tak merana
melihat arah jalan jadi jelas arahnya
Jumat, 16 Januari 2015
AKHIR KISAH PEJUANG
memang telah tiba waktunya
Yang kuasa telah menyelesaikan
kini halaman terakhir telah ditulisnya,
dengan nafas tersengal dan gemetaran disaat
fajar perlahan naik ia akhiri sudah kisahnya
perangnya telah henti,
dan pedang tak akan lagi di hunuskan sudah
saatnya untuk pergi
dari medan yang kelam dan menyulitkan
ketika semua sudah ditempuh dan coba jalani
ia pergi menempuh jarak yg jauh, bermil-mil
jaraknya.
kondisinya tak memungkinkan ,tapi patuh
mengemban titahnya
ia memberikan kisah untuk pelajaran kami
putranya,
agar kami baca dan pahami
karena ia tak ingin kami terjebak di medan bahaya
15 januari 2015
Langganan:
Komentar (Atom)